Bola Cinta #AlShill (copas)
Hari ini adalah hari pertama Shilla masuk SMA. Yupzz, cewek yang
memiliki nama lengkap Ashilla Zahrantiara kini sudah duduk dibangku SMA kelas
X-2. tepatnya di SMA MELODI BINTANG. Salah satu sekolah swasta di Jakarta.
Sebuah angkot berhenti didepan SMA MELODI BINTANG. Cewek berambut panjang yang
dibiarkan terurai turun dari Angkot tersebut dan berlari kecil kearah
sekolahnya. Sampai di kelas (cepet amat yakk??), Shilla sudah disambut teriakan
dari sobat2nya. yaitu Ify, Via dan Agni.
"Shillaaa!! Akhirnya loe dateng. Tau nggak tadi pagi gue di
sms Iel lhohh!! Dia tanya gue uda bangun belom. Ihkkk, gue seneng banget tau
nggak." serbu Via yang langsung cerita tentang gebetannya si Iel. Anak
kelas XI-3 IPA.
"Shilooongggggg!!! Gue seneng loe dateng. Sini donk. Mana
novel gue kemaren?" kata Ify.
"Shilllll!!!!!!!!!! BB gue disita Cakkaa!!! Aduhhhh... tu
anak pengen gue cincang apa ya. Dikira gue beli BB pake daon apa. Pake sita hp
gue seenak jidat. Dan sampe sekarang belom dibalikin, Shill!!! Oh My Godd!!
Pasti dah BB gue menderita banget. Haduhh,, gue jadi kasian nihh." oceh
Agni panjang lebar. Sementara Shilla cuma meringis menanggapi cerita2 heboh
mereka.
"Loe semua heboh bener?? Persaan gue doank deh yang
biasa." kata Shilla. Kemudian dia mengingat2 bahwa ada barang yang ketinggalan.
"Oh my Godd!!!! Dompet gueeee..... Dompet gue
ketinggalannnn!! Argghhhh... Siallll!!! Siaallllll!!!!!!!" umpat Shilla
kesal.
"Jiahhh.. tadi loe bilang loe doank yang kagak heboh. nah
lohh?? Sekarang, giliran kita nggak heboh, eh loenya malah heboh2 sendiri.
sarap ya loe!" kata Via.
"Enak aja loe. Bukannn.. Dompet gue ketinggalan. Aduhhh,,
kagak makan dah gue." kata Shilla lemas kemudian segera duduk dibangku
sebelah Via. Via yang yang nggak tega liat sahabatnya lemas memebri tawaran,
"Gue traktir dehh.. daripada badan loe tambah kosong.' kata
Via.
"Ahh, beneran Viaa???? Nggak salah loee??? Yessss...
asyikkkk!! Ditraktir Viaaa......" kaat Shilla sambil tertawa ria
<skip></skip>
<skip></skip>
<skip>></skip>
"Teeettttt...teeeetttttttttttttttt.........tteeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttttttttttttttttt"
suara bel berbunyi menghebohkan mereka. segera mereka kembali ke tempat
masing2. Seorang guru datang dengan membawa tumpukan buku matetika yang jumlahnya
bejibun. Mana tebel banget lagi.
"Selamat Pagi anak-anak?" sapa Guru itu tegas.
"Pagi, Bu." jawab anak2 serempak.
"Kenalkan, nama ibu Winda. Panggil saja Bu Winda. Saya akan
mengajari kalian matematika sekarang. Oke, first, silahkan buka halaman 5. Coba
kalian kerjakan dulu. Nanti baru kita bahas." kata Bu Winda. Anak2pun
menuruti kata2 Bu Winda. Sementara itu, Shilla sedang asyik2nya mengobrol
dengan Via.
"Eh, Vi. Loe tau kagak? Kemaren pass gue hang out bareng
sodara2 gue. Gue papasan ama Obiet lhoo!!" kata Shilla.
"Ohh?? Obiet mantannya si songong Oik itu ya
(maf2.#.juststory). Obiet kebanggaan loe itu? Yang jago basket ama
breakdance." kata Via seperti memojokkan Obiet.
"Ehh, kok loe jadi mojokin Obiet sihh??" tanya Shilla
kesal.
"Ya bukan gitu. Gue tuh heran aja, orang yang uda nyakitin
elo masih aja loe kejar2." kata Via.
'Gue nggak ngejar dia lagi. Gue cuma seneng aja. Lagi pula,
sekarang gue uda temenan baik ama dia kok." kata Shilla.
"Itu sama aja ngebikin loe tambah sakit lagi, Shill.."
kata Via. Belum sempat Shilla menjawab, suara Bu Winda sudah memotong
pembicaraan asyik meerka. Semua mata tertuju pada Shilla dan Via.
"Ashila, Sivia?? sedang apa kalian??" tanya Bu Winda
sangar
"Emm.. Lagi.. lagiii.." kata Via yang tamapk lagi
berpikir
"Lagi diskusi, Bu!! Diskusi ini nih nomer 5 saya nggak
tau." kata Shilla
"Mana nomer 5?? Disini tuh cumasampai nomer 3. Kamu cuma
cari2 alasan ya?? Sana keluar!!" hukum Bu Winda. Akhirnya, kami ngacir
keluar kelas.
Saat mau ke kantin, Shilla dan Via mmelewati Ruang OSIS. Disana
terdapat 4 cowok sedang sibuk mengemasi barang2. Shilla dan Via tentu mengenal
mereka. Mereka adalah Rio, Alvin, Cakka, dan Iel. Via yang melihat Iel langsung
senyam-senyum sendiri. Sementara Shilla yang melihat Alvin langsung
tersenyum simpul. Yupz, shilla memang ngfans sama Ko Alvin dari pertama MOS.
tapi Ko Alvin nggak tau. Shilla nggak pernah nyerah walaupun Alvin orangnya
cuek bebek dan ekspresinya datar banget waktu disapa Shilla. 4 cowok yang ada
disitu segera menyadari keberadaan Shilla dan Via. Dengan berani karena Shilla
sudah kenal cukup baik dengan mereka, Shilla menyapa mereka,
"Hy, Kak!"
"Hy, juga." jawab mereka kecuali Alvin. Shilla hanya
menghela nafas panajng dan berpmitan pergi.
Keesokan Harinyaa,,,
@SMA MELODI BINTANG X-2
"Eh, Fy, Pi, Ag. Gue pesimis dehh.. Soalnya Ko Alvin nggak
pernah nyapa gue. Nggak pernah bales tanggapan gue. Padahal gue uda usaha. Tapi
tetep, dia nggak pernah ngerespon. Apa gue lupain dia aja ya?' kata Shilla
'Weitzz... Jangan donk, Shill. Loe jangan pesimis dulu. Siapa
tau kalo nanti Ko Alvin naksir elo." kata Ify berusaha menghibur.
"Iya, Shill. Loe harus lebih giat lagi buat narik perhatian
si Alvin." ujar Via.
"Thanks, Guys. gue juga akan coba dehh." jawab Shilla
sambil tersenyum
"Tapi, loe juga ahrus lebih hati2. Soalnya gue diceritain
sepupu gue, Angel. Kalo Ko Alvin uda punya pacar. Namanya Zevana." kata
Agni
"Okeee... Gue bakalan hati2. Alvin, siap2. Loe bakalan
naksir gue nanti." kata Shilla mantap. Belum lewat 1 menit Shilla ngomong
gitu, tiba2 Alvin lewat didepan kelasnya sambil ngerangkul mesra Kak Zeva.
Shilla yang melihat itu cemburu stengah mati. Shilla ingin menangis. Tapi air
matanya ia tahan. ia tidak mau menangis di depan teman-temannya. Shilla
tersenyum dan berkata, "Gue uda bilang kan?? Gue bakal berusaha. Gue nggak
bakalan nyerah. ya kan?? Kalian nggak usah khawatir, gue uda kebal kok. Sama
kayak waktu sama Obiet."
"Aduhh.. Loe jangan sebut2 lagi nama tuh curut lagi deh.
Gue uda bosen." kata Ify.
"Iya. mending nama Obiet itu loe buang kelaut aja. Biar
kagak ganggu idup kita berempat lagi dah." kata Agni.
Hari demi hari, minggu dmi minggu. satu bulan sudah Shilla
berjuang melawan rasa sakit. satu bulan sudah Shilla berusaha mempertahankan
rasa cintanya. Tapi justru satu bulan itulah yang membuatnya sangat sakit hati.
Alvin dan Zeva malah terlihat makin mesra. Akhirnya timbul rasa putus asa
dibenak Shilla. Dan Shilla mengutarakannya saat mereka sedang istirahat di
kantin.
"Guys, gue uda nggak kuat. Gue nyerah aja."
"Loe yakin, Shill?" tanya Agni meyakinkan.
"Yupz, gue yakin." jawab Shilla mantap.
"Ya udah, kalo itu pilihan loe kita bakalan slalu dukung
kok." kata Via.
"Keep smile ya, Shilla. You will get better than that,
Shill." hibur Ify.
Bersamaan dengan itu, di dekat taman sekolah, Alvin dan Zeva
bertemu. mereka sedang mengobrolkan hal yang serius.
"Zev, gue uda capek sama loe. Gue mau kita putus aja.
Mungkin loe bukan jodoh gue. Sorry, Zev." kata Alvin.
"A..apaa?? Loe ngajak kesini buat ngomongin itu?"
tanya Zeva nggak percaya.
"Iya. Gue uda capek loe duain. Meskipun loe uda
ngelak berapa kalipun tetep gue nggak percaya. Gue uda punya bukti tau
gag?!!" kata Alvin.
"Ta..tapi, Vin?" tanya Zeva.
"Udahlah, nggak ada lagi tapi. Kita putus! Titik. Uda gue
mau pergi dari loe." kata Alvin lalu meninggslkan Zeva sendirian.
****
hilla sedang menyusuri koridor sekolah sambil membawa tumpukan
buku Kimia milik teman-temannya yang akan diberikan pada Pak. Suta. Shilla
menoleh ke lapangan. disitu ada anak2 yang lagi main futsal. Dan ada Alvin
juga. Shilla saat melihat Alvin berusaha mene[pis persaannya. tapi dia
nggak bisa. Tiba-tiba, bola melayang jatuh kearah wajahnya. Buku-buku jatuh
terhempas kebawah. Dan Shilla pun pungsan tak sadarkan diri.
Alvin datang dan membopong Shilla ke UKS. Karena dia yang telah
menendang bolanya samapi membuat Shilla pingsan. Otomatis, ALvin juga harus
tanggung jawab.
@UKS
Alvin masih etrus menemani Shilla yang masih belum siuman. ALvin
sudah habis diomelin abis-abisan ama guru2. Sampai-sampai Alvin tertidur karena
kelamaan nungguin Shilla.
"Argghhh.." erang Shilla saat dia uda siuman. Alvin
yang menyadari Shilla sudah siuman langsung bangun dan menatap Shilla.
"Eh, loe uda siuman? Sorry ya. Tadi gue yang tendang bola
seenak jidat. Jadi kena muka loe lagi." kata Alvin.
"Eh, i..iya. Nggak papa kok." kata Shilla gelagapan.
"Gimana kalo sebagai tanda perminta maafan gue. Loe gue
traktir makan di Cavuga Cafe?" ajak Alvin.
"Nggak ngrepotin nih, Ko??" tanya Shilla.
"Enggak kok." kata Alvin
"Gimana??" tanya Alvin penuh harap.
Shilla terlihat menimbang-nimbang, tapi kemudian dia menyetujui
ajakan Alvin.
Sepulang sekolah, Shilla dan Alvin seegra berangkat ke Cavuga
Cafe menggunakan Ninja hitam milik Alvin. Sesampainya di Cafe, Shilla dan Alvin
memilih tempat paling pojo yang dekat jendela suapaya bisa melihat pemandangan.
"Shill??" tanya Alvin.
"Loe suka es krim ya?" tanya Alvin
"Iya. Suka banget malah. Gue pernah buat es krim sendiri.
Rasa chocolate Cappucino. Atasnya dikasih bubuk coklat ama wafer." kata Shilla.
Alvin tertawa melihat Shilla.
"Lahh?? Kok ketawa sih, Kak?" tanya Shilla
"Iya abis loe lucu." jawab Alvin tersenyum
"Lucu kenapa?" tanya Shilla
"Liat tuh. Mulut loe belepotan. Sini, gue bersiin."
tawar Alvin. Alvin mengambil tisu, dan mengelap mulut Shillla. Seketika itu
mata mereka beradu. Shilla yang nyadar duluan langsung buang muka karena malu.
Sejak pertemuan itu, Shilla dan Alvin jadi deket banget. Alvin
juga sering anter jemput Shilla. Mereka sering hang out and malmingan bareng.
Malah, karean Alvin termasuk cowok populer. Ada gosip kalau Alvin dan Shilla
pacaran. tapi gosip itu dibantah abis2san ama Shilla
Saat ini. di Cavuga Cafe mereka berdua dinner. Alvin memberikan
surprise dengan spanduk bertuliskan I LOVE YOU saat Shilla mulai menduduki
kursi. Saat mereka makan dessert pula, Shilla menemukan cincin. Dan ternyata
cincin itu untuk Shilla. Hari ity Shilla bahagia sekali. Karena Alvin nembak
Shilla. Pertama sih, Shilla mo etrima Alvin. Tapi, Shilla nggak pengen sakit
hati lagi. Dia nggak ngejawab pertanyaan Alvin.
"Gue pengen bukti dari. Buktiin ke gue kalo loe bener2
sayang sama gue. Baru gue jawab."
"Oke, Gue bakal buktiin kalo gue itu bneran sayang sama
loe."
****
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti
bulan. Alvin terus mencoba membuktikan cintanya buat Shilla. Alvin memang tulus
mencintai Shilla. Sampai sekarangpun Alvin terus berusaha dan berjuang buat
ndapetin cintanya Shilla.
Siang ini, sepulang sekolah. Shilla mengajak Alvin untuk janjian
disuatu taman. Alvin datang duluan. Alvin mengenakan jas putih. Dia menunggu
kedatangan Shilla. Tidak lama kemudian, Shilla datang dengan mengenaan dress
putih. Cantik sekali, itu komentar pertama Alvin.
"Loe cantik banget, Shill" puji Alvin. Shilla tamapk
tersipu mendengar pujian Alvin
"Loe juga. ganteng banget." puji Shilla.
"Shill? Ngapain loe ngajak kita kesini?" tanya Alvin
heran.
"Mo kasih tau jawabannya." kata Shilla. Mata Alvin
berbinar-binar mendengar penuturan Shilla. Alvin memberanikan diri untuk
berjongkok *jiahh!Bahasapalinggajesedunia. dan menggenggam kedua tangan Shilla
erat.
"Shilla? Untuk yang terakhir kalinya. Perjuangan cinta gue.
Gue pengen elo jawab gue jujur. Mau nggak loe jadi pacar gue?" tanya
Alvin.
"Kalo tolak, loe tampar gue. Kalo loe suka, cium gue."
kata Alvin.
"Hahhh?? Cium loe?? Ogahh.." kata Shilla.
"Ayolaahhhh..." pinta Alvin memelas.
"yahh???? Gimana yaa??" kata Shilla sok mikir. Dan
akhirnya, dengan mengunpulkan keberanian penuh, Shilla melingkarkan tangannya
ke leher Alvin, dan mencium pipinya.
"Gue terima loe. Karena gue juga cinta, sayanngggg banget
ama loe.. semua gara-gaar gue ngefans sama loe, gara-gara elo nglempar gue pake
bola, gara-gara gue suka sama loe,, Alvin Jonathan Sindunata. Gara-gara
BOLA jadi CINTA" kata Shilla
"Yupzz.. Gara-gara BOLA jadi CINTA. Thanks ya , My
princess." jawab Alvin lalu mengecup kening Shilla lembut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar